Firman Syah - Mengenal Ragam Potensi Pariwisata

120 rumput laut, naga sari, dan klaudan) maupun jajanan kering (opakopak, kue tarek, kue keong, dan sebagainya) [107]. Salah satu strategi yang diterapkan adalah tidak hanya terbatas pada sisi produk konsumsi, akan tetapi menyangkut aktivitas yang menekankan pengalaman kegiatan pariwisata. Mengajak wisatawan untuk belajar menghargai sekaligus mengkonsumsi makanan dan minuman yang mencerminkan masakan masyarakat lokal, regional, atau nasional sebagai bagian warisan, budaya, tradisi, atau teknik kuliner lokal. Beberapa strategi hasil SWOT yang dapat diterapkan antara lain: 1. Strategi SO (Strength-Oportunities), membuat program prioritas untuk inventarisasi ragam potensi kuliner lokal dan memasukkan ke dalam produk wajib bagi pelaku usaha kuliner. Juga meningkatkan event-event wisata untuk memperkenalkan kuliner lokal. 2. Strategi WO (Weakness-Opportunity), mengadakan pelatihanpelatihan yang terkait peningkatan kreativitas masyarakat dalam mengkemas produk kuliner lokal sebagai produk wisata. selanjutnya memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk membuka usaha yang berhubungan dengan pemanfaatan potensi kuliner. 3. Strategi ST (Strength-Threat), mengajak masyarakat melalui pelibatan dalam kegiatan-kegiatan pariwisata terutama dalam usaha pelestarian kuliner lokal. Termasuk melatih masyarakat supaya memiliki kepekaan dalam memanfaatkan potensi lokal sebagai sesuatu yang bernilai ekonomi.

RkJQdWJsaXNoZXIy MTM3NDc5MQ==