Iis Mariam - Registrasi untuk MICE

6 akan tetapi juga berskala mikro. Menurut data yang dikeluarkan oleh International Congress and Convention Association (INCCA) untuk kawasan Asia telah terjadi pertumbuhan yang sangat signifikan di sektor MICE. Pada tahun 1954, kontribusi penyelenggaraan MICE Asia terhadap dunia hanya 4% akan tetapi kondisi ini berubah pada tahun 1968 meningkat menjadi 8%, tahun 1974 menjadi 9%, tahun 1982 menjadi 11%, tahun 1992 menjadi 12%, tahun 1999 menjadi 13% dan terakhir pada tahun 2004 menjadi 18% (Abdullah, 2009). Dari tampilan data tersebut menyiratkan bahwa perkembangan industri MICE cenderung meningkat seiring dengan cepatnya perkembangan dan pertumbuhan sektor jasa lain, seperti hotel dan restoran, infrastuktur yang semakin baik, jasa bank dan kebijakan pemerintah yang mendukung pelaksanaan pariwisata Indonesia memberikan hasil yang jauh lebih baik. Banyaknya permasalahan yang muncul akibat kebijakan ekonomi dunia dan globalisasi yang dianut saat ini turut memberikan warna berbeda dengan timbulnya masalah dalam industri MICE seperti perkembangan permintaan terhadap industi MICE itu sendiri. Kebutuhan untuk melakukan berbagai negosiasi, konsolidasi dan berbagai agenda pertemuan semakin meningkat. Peningkatan kebutuhan tersebut pada akhirnya akan menciptakan dampak ekonomi yang signifikan terhadap daerah setempat dengan adanya kunjungan delegasi yang berkecimpung dalam MICE. Seperti diketahui bahwa para peserta MICE adalah anggota asosiasi dan individu yang memiliki integritas dan kapabilitas dalam pengambilan kebijakan, berasal dari kalangan menengah sampai atas dengan perekonomian yang cukup mapan sehingga pembelanjaan yang dikeluarkan lebih besar mencapai tiga sampai empat kali lipat lebih besar dari wisatawan biasa. Rata-rata pengeluaran peserta wisata konvensi misalnya di Indonesia mencapai kurang lebih

RkJQdWJsaXNoZXIy MTM3NDc5MQ==