Ina Sukaesih - Langkah Praktis Menerjemahkan

23 Jenis terjemahan yang dimaksudkan dalam hal ini adalah terjemahan interlingual atautranslation proper. Sementara Larson dalam Choliluddin (2005: 22) mengklasifikasi terjemahan dalam duatipe utama, yakni terjemahan berdasarkan bentuk (Form-based translation) dan terjemahan berdasarkan makna (Meaning-based translation). Terjemahan berdasarkan bentuk, cenderung mengikuti bentuk bahasa sumber yang dikenal dengan terjemahan harfiah, sementara terjemahan berdasarkan makna cenderung mengkomunikasikan makna teks bahasa sumber dalam bahasa sasaran secara alami. Terjemahan tersebut dikenal dengan terjemahan idiomatik. Berikut ini dijelaskan jenis-jenis penerjemahan yang berada di luar pengelompokan yangtermasuk ke dalam metode, prosedur dan teknik (Hartono, 2017: 11-14). 1. Penerjemahan Dinamik Penerjemahan dinamik diperkenalkan oleh Nababan, (2003) dan menyatakan penerjemahan ini disebut juga penerjemahan wajar (pp. 33-34). Dalam prosesnya,amanat Bsu dialihkan dan diungkapkan dengan ungkapan-ungkapan yang lazim ke dalam Bsa. Segala sesuatu yang berbau asing atau kurang bersifat alami, baik berkaitan dengan konteks budaya maupun pengungkapannya sedapat mungkin dihindari dalam Bsa. Berikut adalah contoh penerjemahan dinamik:

RkJQdWJsaXNoZXIy MTM3NDc5MQ==