M Yusuf Bagus - Jaringan Komputer Berbasis WAN dengan Mikrot

i

ii

iii JARINGAN KOMPUTER BERBASIS WAN DENGAN MIKROTIK Muhammad Yusuf Bagus Rasyiidin

iv

v JARINGAN KOMPUTER BERBASIS WAN DENGAN MIKROTIK

vi Hak Cipta Sanksi Pelanggaran Pasal 113 Undang-undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta • Setiap Orang yang dengan tanpa hak melakukan pelanggaran hak ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf i untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). • Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf c, huruf d, huruf f, dan/atau huruf h untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah). • Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/ a tau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf e, dan/atau huruf g untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/ a tau pidana denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). • Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud pada ayat (3) yang dilakukan dalam bentuk pembajakan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp4.000.000.000,00 (empat miliar rupiah).

vii JARINGAN KOMPUTER BERBASIS WAN DENGAN MIKROTIK Muhammad Yusuf Bagus Rasyiidin Penerbit PNJ Press Anggota APPTI No: 001.004.1.06.2018

viii JARINGAN KOMPUTER BERBASIS WAN DENGAN MIKROTIK Muhammad Yusuf Bagus Rasyiidin Editor Nunung Martina, Mera Kartika Delimayanti Desain Sampul & Tata Letak Dimas Surya Perdana Penerbit PNJ Press Gedung Q, Politeknik Negeri Jakarta, Jl. G.A. Siwabessy, Kampus Baru UI, Depok Cetakan Pertama, November 2021 ISBN : 978-623-7342-81-6 Hak Cipta Dilindungi Oleh Undang-Undang Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari penerbit.

ix PRAKATA Segala puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, dengan ridho-Nya buku ini dapat selesai dengan tepat waktumeningat penulis mempunyai tugas utama yaitu Tridharma. Untuk mewujudkan dari tugas utama tersebut, buku ini merupakan sebagian bentuk Tridharma terhadap dunia pendidikan. Buku ini ditulis dengan landasan mahasiswa yang ingin belajar mengenai jaringan komputer lanjut.. Mengingat jaringan komputer yang semakin berkembang dengan cakupan yang luas maka dapat menjadi tulang pungung utama untuk berkomunikasi secara digital. Penulis menyampaikan terimakasih kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan satuan kerja Politeknik Negeri Jakarta yang telah memberikan kesempatan untuk menerbitkan buku ini. Penulis juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh jajaran Politeknik Negeri Jakarta yang telah mendukung dalam penyelesaian buku ini. Penulis sudah melakukan penulisan secara maksimal agar tidak terjadi kesalahan dan kecacatan pada buku ini. Dengan segala kondisi untuk kesempurnaan buku dibutuhkan kritik yang menjadi kunci utamanya. Akhir data, penuils berhadap agar buku ini memberikan manfaat lebih bagi pembaca khususnya dapat membuka wawasan untuk membawa Indonesia menjadi Negara maju.

x KATA PENGANTAR Alhamdulillah, segala puji Allah SWT, dan salam penulis panjatkan untuk Rasulullah SAW. Karena atas izin-Nya maka buku Jaringan Komputer Berbasis WAN dengan Mikrotik ini telah selesai ditulis. Penulis juga ingin mengucapkan terimakasih kepada keluarga tercinta yang telah mendukung dalam menyelesaikan buku ini. Buku ini berisi pokok bahan yang dapat digunakan sebagai rujukan mata kuliah Jaringan Komputer Lanjut D3/D4 di Politeknik Negeri Jakarta. Sasaran utama dari materi dan praktikum pada buku ini adalah memberikan pengetahuan kepada mahasiswa tentang teknik membangun jaringan komputer berbasis WAN dengan Mikrotik yang mencakup tipe jaringan komputer, jaringan khusus, circuit dan packet switched network, PSTN, Leased Lines, X.25, frame relay, ISDN, ATM, PPP, tipe ethernet, VLAN, konsep perutean, RouterOS Mikrotik, IPv4, IPv6, Firewall, QoS, Proxy, DHCP, pertuean static dan dinamis, ACL, dan NAT. Selain itu buku ini dapat digunakan sebagai panduan mahasiswa saat melakukan praktikum tersebut. Penulis menyadari bahwa buku ini jauh dari kata sempurna, oleh karena itu penulis akan memperbaikinya secara bertahap. Saran dan kritik untuk perbaikan buku ini sangat diharapkan. Akhir kata, semoga buku ini bermanfaat bagi pembaca dalam mempelajari Jaringan Komputer Berbasis WAN dengan Mikrotik. Amin Depok, April 2021 Hormat kami, Penulis

xi DAFTAR ISI Prakata KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL BAB I Tipe Jaringan Komputer BAB 2 Packet Switching BAB 3 Tipe Ethernet BAB 4 VLAN BAB 5 RouterOS Mikrotik BAB 6 Alamat IP v4 dan v6 BAB 7 Konsep Perutean BAB 8 Firewall dan QoS Mikrotik BAB 9 Proxy dan DHCP Mikrotik BAB 10 ACL dan NAT Daftar Pustaka BIOGRAFI PENULIS ix x xi xii xviii 1 35 45 59 68 81 93 129 149 173 182 184

xii DAFTAR GAMBAR Gambar 1.1 Jaringan LAN Gambar 1.2 Contoh Jaringan LAN Gambar 1.3 Jaringan MAN Gambar 1.4 Contoh Jaringan MAN Gambar 1.5 Jaringan WAN Gambar 1.6 Teknologi WAN Gambar 1.7 PSTN Gambar 1.8 ISDN Gambar 1.9 Komunikasi WAN Gambar 2.1 Jaringan Switching Gambar 2.2 Datagram Gambar 2.3 Sirkuit Virtual Gambar 2.4 Pecahan Data Gambar 3.1 Generasi Ethernet Gambar 3.2 Frame Ethernet Gambar 3.3 Proses CSMA/CD Gambar 3.4 10 Base5 Gambar 3.5 10 Base2 Gambar 3.6 10 BaseT Gambar 3.7 10 BaseF Gambar 4.1 Broadcast Switch Gambar 4.2 Contoh Switch dengan VLAN 2 Gambar 4.3 Contoh Switch dengan VLAN ID Gambar 4.4 VLAN Akses Gambar 4.5 VLAN Trunk Gambar 4.6 VLAN 1 Gambar 4.7 VLAN 2 Gambar 4.8 VLAN 3 2 3 5 6 8 10 16 27 32 35 37 39 41 45 45 48 54 55 56 57 60 60 61 62 63 64 65 65

xiii Gambar 4.9 VLAN 4 Gambar 4.10 VLAN 5 Gambar 4.11 Router Switch 1 Gambar 5.1 Router Mikrotik Gambar 5.2 CLI 1 Gambar 5.3 CLI 2 Gambar 5.4 CLI 3 Gambar 5.5 CLI 4 Gambar 5.6 Winbox 1 Gambar 5.7 Winbox 2 Gambar 5.8 QuickSet Gambar 5.9 Keamanan 1 Gambar 5.10 Keamanan 2 Gambar 5.11 Log 1 Gambar 5.12 Log 2 Gambar 5.13 Upgrade 1 Gambar 5.14 Upgrade 2 Gambar 6.1 Contoh Studi Kasus VLSM Gambar 6.2 Hasil Contoh Studi Kasus VLSM Gambar 7.1 Perutean Statik 1 Gambar 7.2 Perutean Statik 2 Gambar 7.3 Perutean Statik 3 Gambar 7.4 Perutean Statik 4 Gambar 7.5 Perutean Statik 5 Gambar 7.6 Perutean Statik 6 Gambar 7.7 Perutean Statik 7 Gambar 7.8 Perutean Statik 8 Gambar 7.9 Latihan Statik Gambar 7.10 Perutean Default 1 Gambar 7.11 Perutean Default 2 66 67 68 70 71 71 72 73 73 74 75 76 76 77 77 78 79 85 86 93 94 95 95 96 97 97 98 99 99 100

xiv Gambar 7.12 Latihan Perutean Default Gambar 7.13 OSPF PPP Gambar 7.14 OSPF PTMP Gambar 7.15 OSPF Broadcast Gambar 7.16 OSPF NBMA Gambar 7.17 OSPF 1 Gambar 7.18 OSPF 2 Gambar 7.19 OSPF 3 Gambar 7.20 OSPF 4 Gambar 7.21 OSPF 5 Gambar 7.22 OSPF 6 Gambar 7.23 OSPF 7 Gambar 7.24 OSPF 8 Gambar 7.25 OSPF 9 Gambar 7.26 Latihan OSPF Gambar 7.27 Perutean RIP 1 Gambar 7.28 Perutean RIP 2 Gambar 7.29 Perutean RIP 3 Gambar 7.30 Perutean RIP 4 Gambar 7.31 Perutean RIP 5 Gambar 7.32 Perutean RIP 6 Gambar 7.33 Perutean RIP 7 Gambar 7.34 Perutean RIP 8 Gambar 7.35 Perutean RIP 9 Gambar 7.36 Latihan Perutean RIP Gambar 7.37 BGP 1 Gambar 7.38 Perutean BGP 2 Gambar 7.39 Perutean BGP 3 Gambar 7.40 Perutean BGP 3 Gambar 7.41 Perutean BGP 4 101 102 102 103 104 106 107 107 108 108 109 109 110 110 111 112 113 113 114 114 115 115 116 116 117 118 119 120 120 121

xv Gambar 7.42 Perutean BGP 5 Gambar 7.43 Perutean BGP 6 Gambar 7.44 Perutean BGP 7 Gambar 7.45 Perutean BGP 8 Gambar 7.46 Perutean BGP 9 Gambar 7.47 Perutean BGP 10 Gambar 7.48 Perutean BGP 11 Gambar 7.49 Perutean BGP 12 Gambar 7.50 Perutean BGP 13 Gambar 7.51 Firewall 1 Gambar 8.1 Firewall 1 Gambar 8.2 Firewall 2 Gambar 8.3 Firewall 3 Gambar 8.4 Firewall 4 Gambar 8.5 Firewall 5 Gambar 8.6 Firewall 6 Gambar 8.7 Firewall 7 Gambar 8.8 Firewall 8 Gambar 8.9 Firewall 9 Gambar 8.10 Firewall 10 Gambar 8.11 Firewall 11 Gambar 8.12 Firewall 12 Gambar 8.13 Firewall 13 Gambar 8.14 Firewall 14 Gambar 8.15 Firewall 15 Gambar 8.16 Firewall 16 Gambar 8.17 Firewall 17 Gambar 8.18 Firewall 18 Gambar 8.19 Firewall 19 Gambar 8.20 Firewall 20 122 122 123 124 124 125 126 127 127 128 129 131 131 132 132 133 133 134 134 135 135 136 137 137 138 139 139 140 140 141

xvi Gambar 8.21 Firewall 21 Gambar 8.22 Firewall 22 Gambar 8.23 Firewall 23 Gambar 8.24 Firewall 24 Gambar 8.25 Firewall 25 Gambar 8.26 QOS 1 Gambar 8.27 QOS 2 Gambar 8.28 QOS 3 Gambar 8.29 QOS 2 Gambar 9.1 Proxy tidak Transparan 1 Gambar 9.2 Proxy tidak Transparan 2 Gambar 9.3 Proxy tidak Transparan 3 Gambar 9.4 Proxy tidak Transparan 4 Gambar 9.5 Proxy tidak Transparan 5 Gambar 9.6 Proxy tidak Transparan 6 Gambar 9.7 Proxy tidak Transparan 7 Gambar 9.8 Proxy tidak Transparan 8 Gambar 9.9 Proxy tidak Transparan 9 Gambar 9.10 Proxy Transparan 1 Gambar 9.11 Proxy Transparan 2 Gambar 9.12 Proxy Transparan 3 Gambar 9.13 Topologi DHCP Server Gambar 9.14 DHCP 1 Gambar 9.15 DHCP 2 Gambar 9.16 DHCP 3 Gambar 9.17 DHCP 4 Gambar 9.18 DHCP 5 Gambar 9.19 DHCP 6 Gambar 9.20 DHCP 7 Gambar 9.21 DHCP 8 141 142 142 142 143 144 145 146 147 150 150 151 151 152 152 153 153 154 155 155 156 157 157 158 158 159 159 160 160 161

xvii Gambar 9.22 Topologi DHCP Relay Gambar 9.23 DHCP Relay 1 Gambar 9.24 DHCP Relay 2 Gambar 9.25 DHCP Relay 3 Gambar 9.26 DHCP Relay 4 Gambar 9.27 DHCP Relay 5 Gambar 9.28 DHCP Relay 6 Gambar 9.29 DHCP Relay 7 Gambar 9.30 DHCP Relay 8 Gambar 9.31 DHCP Relay 9 Gambar 9.32 DHCP Relay 10 Gambar 9.33 DHCP Relay 11 Gambar 9.34 DHCP Relay 12 Gambar 9.35 DHCP Relay 13 Gambar 10.1 ACL 1 Gambar 10.2 ACL 1 Gambar 10.3 ACL 3 Gambar 10.4 ACL 4 Gambar 10.5 ACL 5 Gambar 10.6 ACL 6 Gambar 10.7 ACL 7 Gambar 10.8 ACL 8 Gambar 10.9 ACL 9 Gambar 10.10 ACL 10 Gambar 10.11 ACL 11 Gambar 10.12 ACL 12 Gambar 10.13 NAT 1 Gambar 10.14 NAT 2 Gambar 10.15 NAT 3 162 163 163 164 164 165 165 166 167 167 168 169 169 170 173 174 174 175 175 176 176 177 177 178 179 179 180 181 181

xviii DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Tipe Ethernet Tabel 6.1 Alamat IPv4 Tabel 6.2 Contoh VLSM Tabel 6.3 Panduan VLSM Tabel 6.4 Hexa IPv6 53 82 83 84 89

xix

xx

1 BAB 1 TIPE JARINGAN KOMPUTER Kebutuhan komunikasi data disaat era industri 4.0 semakin meningkat dan dibutuhkan, oleh karena itu dibutuhkan jaringan komputer yang kompeten untuk melakukan komunikasi data secara lanjut agar dapat memaksimalkan waktu, sumber daya, dan biaya. Kendala jarak dan waktu menjadi salah satu kunci utama dalam pengembangan jaringan komputer secara lanjut. Dengan adanya jaringan komputer kendala tersebut data diatasi karena walaupun ada perbedaan tersebut tetap dapat digunakan. Media fisik maupun nirkabel menjadi media komunikasi yang dapat digunakan. Apabila suatu jaringan komputer terdapat pada area lokal kita dapat menggunakan jaringan komputer LAN (Local Area Network). Apabila suatu jaringan komputer terdapat pada cakupan area perkantoran, pemerintahan, dan kampus maka kita dapat menggunakan jaringan komputer MAN (Metropolitan Area Network). Apabila jaringan komputer memiliki cakupan yang luas maka dapat menggunakan jaringan komputer WAN (Wide Area Network). Untuk membangun jaringan LAN, WAN, dan MAN dibutuhkan pengetahuan khusus, diantaranya

2 A. LAN, MAN, dan WAN • LAN (Local Area Network) Jaringan LAN adalah jaringan komputer lokal yang menghubungkan perangkat jaringan secara terbatas dengan cakupan area yang kecil, seperti satu ruangan, ruangan kantor, dan satu bangunan. LAN banyak diimplementasikan untuk mentransfer data dari sumber hingga ketujuan dengan kecepatan yang tinggi tanpa membutuhkan jaringan operator (James Edwards 2009). Jaringan LAN bertujuan untuk memberbagi sumber daya perangkat keras ataupun lunak pada jaringan lokal yang memungkinkan pengguna dapat menggunakannya secara bersamaan. Perangkat yang dapat digunakan untuk jaringan LAN adalah kabel UTP (Unshielded Twisted-Pair), RS232, Hub, Switch, Printer, Router, dan perangkat lainnya. Gambar 1.1 Jaringan LAN

3 Contoh jaringan LAN adalah banyak komputer yang saling terhubung satu dengan lainnya disatu kantor, bangunan, dan rumah yang masih dalam satu cakupan area lokal seperti gambar di bawah ini : Server Gambar 1.2 Contoh Jaringan LAN Pada jaringan LAN terdapat beberapa kelebihan, yaitu: - Penggunaan LAN dapat membuat pekerjaan lebih efisien dan efektif. - Tidak banyak menggunakan kabel. - Keamanan yang kuat karena menggunakan alamat IP pada jaringan lokal dan sistem pengaturan password.

4 - Dapat membangun multi-vendor perangkat jaringan. - Terminal dapat menampung sistem yang lebih banyak. - Berbagi file antara perangkat jaringan LAN akan lebih cepat. Pada jaringan LAN juga terdapat beberapa kekurangan, yaitu: - Jaringan LAN tidak tepat untuk kecepatan yang tinggi. - Tidak tepat untuk penggunaan komputer yang banyak - Satu password untuk satu jaringan lokal, jadi dapat mudah dibobol. - Mudah tersebar virus apabila ada komputer yang terkena pada jaringan LAN. - Hanya dapat terhubung dalam satu cakupan area. • MAN (Metropolitan Area Network) Apabila pada jaringan LAN hanya mempunyai cakupan yang kecil, berbeda dengan jaringan MAN yang mempunyai cakupan wilayah yang lebih luas. Jaringan MAN adalah kumpulan komputer yang saling terhubung pada suatu kota yang mempunyai kecepatan transfer data yang tinggi (James Edwards 2009), dapat menghubungkan antara perkantoran, pemerintahan, kampus dan lain-lainnya. Pada jaringan MAN dapat mencakup jarak sekitar 10 – 50 km oleh karena itu tepat untuk membangun jaringan antara

5 kantor, pemerintah, dan kampus yang masih berada dalam cakupannya. Dalam jaringan MAN hanya terdapat sedikit kabel yang berfungsi untuk mengatur paket data melalui kabel output, seperti pada gambar di bawah : Kampus A Kampus B Kampus C JAKARTA Gambar 1.3 Jaringan MAN Pada implementasinya ada dua jenis media yang bisa digunakan untuk menghubungkannya yaitu dengan menggunakan nirkabel (radio dan wireless) dan kabel (fiber optic). Sebagai contoh yaitu terdapat jaringan kampus yang membutuhkan komunikasi data dari Kampus A, B, dan C yang berlokasi di daerah yang berbeda. Berikut adalah gambar untuk jaringan MAN antara kampus.

6 Kampus A Kampus B Kampus C Gambar 1.4 Contoh Jaringan MAN Pada contoh di atas terdapat Kampus A sebagai kampus utama yang memerlukan jaringan komunikasi data ke kampus cabang B dan C. Pada contoh tersebut dari kampus A menuju kampus B menggunakan media kabel fiber optic, sedangkan dari kampus A menuju kampus C menggunakan media nirkabel radio. Jaringan MAN membutuhkan jaringan operator untuk menghubungkan antara lokasi. Cara kerja jaringan MAN dengan menghubungkan lebih dari 1 gateway dengan jarak kurang lebih 10km yang dapat digunakan untuk kampus ataupun perkantoran. Pada jaringan MAN terdapat beberapa kelebihan, yaitu : - Cakupan jaringan untuk berkomunikasi yang lebih luas. - Dapat membangun jaringan untuk kampus, perkantoran, pemerintah atau organisasi lainnya yang berbeda tempat.

7 Pada jaringan MAN juga terdapat beberapa kekurangan, yaitu : - Membutuhkan biaya yang cukup besar. - Membutuhkan perawatan yang lebih dan mahal. - Rentan terhadap penyerangan jaringan oleh pihak yang tidak berwenang. • WAN (Wide Area Network) Jaringan WAN adalah jaringan yang mempunyai cakupan jarak yang sangat luas dibandingkan jaringan MAN karena bisa mencakup negara bahkan benua dengan kecepatan transmisi yang besar(James Edwards 2009). Pada jaringan MAN umumnya menggunakan kabel transmisi dan elemen switching untuk melakukan komunikasi data. Kabel transmisi mempunyai peran sebagai transmitor bit-bit pada jaringan komputer, sedangkan elemen switching mempunyai peran sebagai penghubung dua buah kabel transmisi atau lebih. Ketika komunikasi data berlangsung elemen switching harus menentukan kabel mana yang digunakan untuk mengirim dan meneruskan paket datanya. Apabila dibandingkan dengan jaringan WAN dan LAN tidak berbeda jaruh. WAN pada intinya menggumpulkan jaringan LAN dan WAN dalam satu jaringan dengan menggunakan perangkat jaringan seperti router.

8 Gambar 1.5 Jaringan WAN Terdapat beberapa fungsi Ketika menggunakan jaringan WAN, yaitu : - Sebagai penghubung jaringan LAN dan MAN menjadi satu. - Mempercepat komunikasi data dan informasi. - Pusat terkontrol apabila ada perbaikan maupaun update. - Penghematan biaya. Jaringan WAN mempunyai cara kerja sebagai berikut : - Server atau host dapat ditempatkan sesuai kebutuhan, karena pada intinya sebuah server harus dapat melayani semua permintaan yang dikirimkan oleh host. - Server mengirim data dan informasi ke dalam suatu jaringan komputer sesuai dengan topologi yang digunakan Jaringan LAN Jaringan LAN Jaringan LAN Sub Sistem Komunikasi

9 sebelumnya. - Dengan membangun jaringan komputer, maka host dapat mengakses data dan informasi dari sebuah server. Pada jaringan WAN terdapat beberapa kelebihan, yaitu : - Pertukaran file dengan cakupan area yang lebih luas. - Walaupun memiliki aera yang luas namun untuk kecepatan komunikasi datanya tetap dapat dihandalkan. - Host yang terhubung dapat langsung menggunakan data yang sama. - Dapat berbagai data antara host. Pada jaringan WAN juga terdapat beberapa kekurangan, yaitu : - Membutuhkan biaya yang mahal, mulai dari perangkat jaringan hingga operasional. - Konfigurasi jaringan yang membutuhkan kemampuan khusus. - Dibutuhkan keamanan yang lebih, seperti penggunaan firewall. - Rentan terhadap ancaman pada jaringan.

10 B. Teknologi WAN Teknologi WAN berbeda dengan LAN dan MAN karena sebuah teknologi WAN menggunakan jalur komunikasi data ke internet yang nantinya berguna untuk menghubungkan lokasi atau tempat yang berbeda. Layanan telepon dan komunikasi data adalah yang paling banyak digunakan untuk teknologi WAN (Edgeworth 2017). Perangkat yang ada diujung pelanggan dinamakan CPE (Customer Premises Equipment) yang didapat dari penyedia jaringan telekomunikasi. Kabel tembaga, nirkabel, dan serat optik yang digunakan untuk menjangkau CPE menuju kantor sentral penyedia jaringan telekomunikasi, yang sering disebut local loop. Cloud WAN Local loop CPE CPE Local loop Sentral Gambar 1.6 Teknologi WAN

11 Dari gambar di atas penghubung antara CPE dengan Cloud WAN menggunakan local loop, yang berarti terdapat terdapat layanan yang terpusat untuk menghubungkan suatu area dengan beberapa wilayah lainnya menggunakan jaringan komunikasi WAN. C. Physical WAN Protokol pada layer 1 menyediakan layanan secara mekanis, elektris, dan fungsi koneksi yang telah diberikan oleh penyedia jaringan telekomunikasi. Berikut adalah standar fisik dan jenis konektor yang digunakan pada jaringan komunikasi WAN. • X.21, standar ITU-T untuk komunikasi digital sinkronus dengan menggunakan konektor 15 pin. • V.35, standar ITU-T untuk komunikasi sinkronus diantara perangkat jaringan akses dan paket jaringan dengan kecepatan sampai 48 Kbps. Menggunakan konektor 34 pin. • EIA/TIA-612/613, serial yang mempunyai kecepatan tinggi dengan menyediakan akses untuk layanan hingga 52 Mbps. Menggunakan konektor 60 pin. • EIA/TIA-449/530, kecepatan hingga 2 Mbps. Menggunakan konektor 36 pin seperti RS-422 dan RS-423. • EIA/TIA-232, kecepatan sinyal hingga 64 Kbps dengan konektor 25 pin seperti RS-232.

12 Pada komunikasi WAN physical layer mempunyai peran penting untuk bertanggung jawab mendistribusikan data bit digital dari perangkat fisik sumber hingga ke perangkat fisik penerima menggunakan antar muka ethernet, USB, Sata, dan sejenisnya. Pada media fisik serial hanya mampu untuk mengirim satu bit di dalam satu waktu, ini yang menyebabkan keterbatasan kecepatan transfer data pada media kabel serial. Pada saat ini memang untuk jenis ini sudah jarang digunakan untuk berkomunikasi namun masih digunakan untuk perangkat DCE seperti modem. Implementasi physical pada jaringan komunikasi WAN menggunakan beberapa parameter yang dijadikan sebagai alat ukur yaitu delay, eye pattern, dan throughput. Delay adalah waktu yang dibutuhkan oleh paket data hingga sampai ketujuan, dihitung semenjak pengiriman bit pertama oleh pengirim hingga bit terakhir oleh pengirim. Alat perangkat lunak yang dapat digunakan untuk pengukuran adalah Hyperterminal. Eye pattern merupakan keluaran dari sintal digital yang terjadi akibat proses sampling untuk mendapatkan tampilan dari arah sinyal tersebut, biasanya terbentuk dengan melakukan superimpose dari urutan bit tersebut, arah yang dilihat adalah kekebalan terhadap gangguan yang ditunjukan dengan panjang lebar sesuai interval waktu sampling yang dihitung menggunakan persamaan sedangkan waktu Jitter merupakan rasio distorsi terdahap jumlah bit pada interval waktu yang dihitung dengan satuan persamaan. Throughput hanya melihat seberapa rusak data yang dikirmkan

13 melaui jaringan tersebut. Throughput mempunyai sifat seperti bandwidth namun pada kondisinya berbeda. Dengan asumsi apabila bandwidth sebesar A maka dideskripsikan bahwa hanya dapat mentransmisikan data sejumlaj B dimana lebih kecil dibandingkan dengan A. Tujuannya adalah pengukuran throughput dengan asumsi kecepatan pengiriman data yang telah dilakukan. D. Data Link Layer WAN Pada layer ke-2 digunakan untuk mendeskripsikan data yang dienkapsulasi untuk ditransmisikan kedalam remote site dan tekniknis pengiriman yang menghasilkan frame. Terdapat beberapa macam teknologi yang dapat dipakai yaitu ATM, ISDN, dan frame relay. Protokol tersebut menggunakan Teknik framing HDLC (High Level Data Link Control). Dengan bit-bit yang digabung menjadi satu, disebut frame maka pengecekan kesalahan dan pengaturan arah dapat dilakukan. Pengecekan kesalahan dapat terlaksana ketika proses transmisi data dan pembungkusan bit menjadi data frame. Penggunaan data link untuk teknologi WAN dengan mengelola pengalamatan alamat MAC yang ada pada suatu jaringan. Sebenarnya dalam di dalam data link masih terdapat dua layer yaitu MAC (Media Access Control) yang bertugas mengatur sebuah perangkat pada jaringan agar mendapatkan akses untuk mentransmisikan data dan LLC (Logical Link Control) bertugas untuk melakukan

14 identifikasi dan enkapsulasi protokol network layer serta mengatur pengecekan kesalahan. Flow control pada data link layer berguna sebagau teknik yang menjamin suatu tramnsisi tidak terjadi tabrakan data disisi penerima, jika pada transmisi data tidak menggunakan hal tersebut maka akan terjadi memprosesan data yang lama. Bentuk dari flow control adalah stop and wait flow control yang bekerja dengan sumber sebuah transmisi frame setelah datanya diterima, lalu entitas tujuan akan memberikan umpan balik yang menyatakan bahwa setlah menerima frame lainnya dengan mengirimkan acknowledgment ke dalam frame yang diterima. Pengirim harus menunggu sampai acknowledgment diterima sebelum mengirim frame selanjutnya. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan agar dapat melakukan transmisi jarak jauh dan mengubah ukuran buffer dari penerima menjadi terbatas. E. Protokol WAN Pada jaringan WAN terdapat beberapa jenis protokol dan layanan yang digunakan sebagai pendukung komunikasi data pada WAN, sebagai berikut : • PSTN (Public Switched Telephone Network) PSTN adalah jaringan telepon tetap yang menggunakan media transmisi kabel sebagai penghubung, dengan media kabel pengguna dapat terhubung ke terminal dengan sistem jaringan

15 telepon. PSTN termasuk teknologi yang sudah lama dan dipakai luas untuk komunikasi jaringan WAN. Teknologi yang digunakan ialah dial-up yang diubah oleh perangkat modem menjadi data analog dengan kecepatan hingga 64 Kbps. Pada umunya PSTN dimiliki oleh penyedia jaringan telekomunikasi yang melayani pelanggan dan pengguna dengan menggunakan sistem pembayaran yang didasarkan oleh waktu pemakaian. Pelayanan utama PSTN menggunakan perangkat switching yang berarti adanya distirbusi, kontribusi, dan ekspansi terhadap layanannya. Komponen jaringan PSTN yang harus dimiliki ialah perangkat yang menyambungkan jaringan pengguna dari terminal equipment dan circuit equipment. Selain itu juga harus ada termal dengan sistem perpindahan (switching) yang dapat mengatur jaringan untuk berkomunikasi data yang nantinya akan diarahkan ke dalam tulang pungung jaringan telekomunikasi. Berikut adalah gambar standar yang digunakan untuk teknologi PSTN.

16 Gambar 1.7 PSTN Pada gambar tersebut dijelaskan bahwa jaringan lokal yang berada dari telepon sentral menuju terminal pelanggan menggunakan media kabel tembaga, fixed celluler, dan serat optik. Komunikasi antara telepon sentral satu dengan lainnya menggunakan trunking pada backbone jaringan telekomunikasi. Jaringan backbone adalah jaringan dengan kapasitas yang besar berisi core jaringan inti. Jaringan lokal atau yang disingkat jarlok merupakan jaringan yang digunakan menuju ke terminal pelanggan dengan berbagai macam perangkat jaringan telepon. Cara kerja PSTN ialah mengubah sinyal komunikasi yang berasal dari suara lalu melewati dan menghubungkan telepon sentral, tujuannya sebagai penghubung komunikasi suara atau percakapan dari satu nomor ke nomor yang dituju. Terminal pelanggan Ext 1 ... Ext .. n Trunk melewati Backbone PABX Telepon Sentral Telepon Sentral

17 Adapun prinsip kerja telepon pada umumnya, yaitu : • Suara dari pengirim diterima oleh perangkat speaker. • Microphone mengkonversikan gelombang suara ke sinyal elektromanegtik yang akan dilanjutkan ke perangkat telepon. • Sinyal dikirim melalui media ke telepon sentral. • Dari telepon sentral, sinyal tersebut dilanjutkan ke telepon tujuan. • Setelah sampai ke telepon tujuan, sinyal tersebut akan diubah menjadi gelombang suara dengan oleh perangkat speaker. • Leased Lines Koneksi ini bersifat khusus atau dedicated connection dari teknologi WAN yang berarti dapat menggunakan suatu koneksi khusus yang permanen antara perangkat yang berkomunikasi dengan konstan berdasarkan quality of services yang diberikan. Namun teknologi ini membutuhkan biaya yang lebih dibandingkan dengan PSTN. Sebuah jaringan dengan jalur komunikasi WAN dari CPE yang sudah ditentukan oleh penyedia jaringan telekomunikasi melalui DCE ke CPE dengan lokasi remote yang menjamin jaringan DTE

18 dapat terhubung untuk melakukan komunikasi pada setiap waktu tanpa adanya proses setup sebelum berkomunikasi. Banyak manfaat yang didapat jika menggunakan leased line salah satunya kecepatan yang lebih cepat, koneksi yang simetris, dapat dihandalkan, menjamin SLA (Service Level Agreement), dan fleksibilitas yang tinggi. Pada jaringan komunikasi leased line terdapat beberapa kelebihan, yaitu : • Jaringan dengan kriteria privasi yang tinggi yang menyebabkan integritas data yang aman. • Jaringan koneksi yang tidak ada batas, artinya tidak perlu dilakukan setup atau dial-up ketika membangun suatu koneksi. Pada jaringan komunikasi leased line juga terdapat beberapa kekurangan, yaitu : • Biaya cukup mahal, apabila jarak yang dibutuhkan semakin jauh. • Membutuhkan biaya lebih apabila menggunakan bandwidth yang besar.

19 • PPP (Point to Point Protocol) PPP ialah protokol yang mengenkapsulasi paket jaringan dalam jumlah banyak pada jaringan WAN. Protokol PPP berkerja pada lapisan ke dua pada OSI layer, yaitu data link layer. Pada PPP mempunyai kelebihan yaitu dapat melakukan pengecekan kesalahn dan negosiasi sesi dengan otomatis tanpa ada permintaan izin dari pengguna. PPP merupakan protokol yang dapat menguji sistem identifikasi alamat dengan menggunakan alamat IP serta menyediakan beberapa metode autentifikasi yang dapat memungkinkan berbagai macam jenis protokol dapat saling berkomunikasi. Arsitektur pada PPP bersifat berlapis, LCP (Link Control Protocol) merupakan lapisan yang paling bawah sekaligus bertugas untuk membangun koneksi. Dalam LCP mempunyai peran utama, yaitu : - LCP berperan untuk membangun, mengatur, dan melakukan uji terhadap koneksi pada data link. - NCP (Network Control Protocol) berguna untuk mendelegasikan dan mengatur protokol jaringan pada lapisan yang terpisah. - Dapat menggunakan metode untuk membungkus banyak protokol.

20 Selain itu ada beberapa fitur PPP yang dapat digunakan dalam komunikasi jaringan WAN, yaitu : - Tidak memiliki Batasan rata-rata transmisi. - Mempunyai keseimbangan load untuk melalui link yang berbeda - LCP ditukar ketika link dibangun untuk menguji koneksinya. - Mendukung autentifikasi PAP (Password Authentication Protocol) dan enkripsi CHAP (Challenge Handshake Authentication Protocol). - NCP akan membungkus protokol pada layer ke-3 agar menjadi satu field yang akan dijadikan protokol layer di atasnya. Dengan dukungan multi platform maka tidak dibutuhkan perangkat lunak khusus untuk bagian administrasi dan administrasi jaringannya namun tingkat keamannya rendah akrena jaringannya tanpa menggunakan administrator. Kinerja komputer mempunyai ketergantungan kepada banyaknya mesin sehingga jaringan tidak dapat dilakukan ekspansi yang lebih besar. • SLIP (Serial Line Internet Protocol) SLIP ialah protokol yang dapat memindahkan data pada IP melalui jaringan telepon. Banyak digunakan untuk membangun

21 jaringan PPP dengan memanfaatkan protokol TCP/IP. Cara kerja SLIP membutuhkan bantuan dari PPP untuk melakukan pengecekan kesalahan, SLIP membutuhkan server yang nantinya akan digantikan oleh PPP yang mempunyai rata-rata pemprosesan yang lebih baik. SLIP tidak melakukan pengecekan kesalahan karena masih tergantung oleh protokol lainnya, oleh karena itu SLIP tidak menyediakan koneksi dial-up error. SLIP biasa digunakan untuk komunikasi antara komputer dan Bluetooth. • X.25 X.25 ialah protokol yang digunakan untuk berkomunikasi apabila terdapat platform device yang berbeda. Protokol X.25 sudah ditentukan oleh ITU-T (International Telecommunication UnionTelecommunication Standardication Sector). Perangkat yang digunakan terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu : • DTE (Data Terminal Equipment), merupakan sistem terakhir pada terminal yang digunakan untuk berkomunikasi seperti modem. • DCE (Data Circuit Terminating Equipment), merupakan perangkat komunikasi data yang bertugas sebagai konversi sinyal dan coding. • PSE (Packet Switching Exchange), merupakan switch pada

22 jaringan pembawa di packet switched yang bertugas sebagai penyambung WAN. Pada X.25 juga bekerja pada beberapa lapisan pada OSI layer, seperti : • Physical layer, bertugas sebagai pengkonversi sinyal yang mempunyai standard elektroik seperti RS232, X.21, dan V.35 • Data link layer, yang bertugas untuk menyediakan layanan yang tidak ada error antara pengirim dan penerima. Error tersebut akan dilakukan pengecekan pada setiap hop jaringan yang menyebabkan tepat untuk layanan yang terdapat banyak error. Menggunakan TCP/IP untuk membuat flow control dan error correction. • Network layer, bertugas untuk mengatur komunikasi antara pengguna akhir. Melakukan penyambungan dan pemutusan koneksi. Pada X.25 mempunyai sirkuit virtual yang digunakan sebagai koneksi logical untuk menjamin sebuah koneksivitas antara dua perangkat jaringan yang ditandai oleh sebuah path dari DTE ke perangkat lainnya. X.25 berpengaruh agar pengguna dapat berkomunikasi dengan DTE lainnya secara konsisten. Pada X.25 terbagi menjadi dua jenis yaitu switch dan permanent, seperti : • SVC (Switched Virtual Circuits), koneksi tidak permanen

23 yang tepat untuk transfer data yang tidak rutin. SVC ini seperti penghubung antara dua koneksi yang saling tersambung dan melakukan transfer data lalu ditutup. Mirip seperti jaringan telepon. • PVC (Permanent Virtual Circuitsi), koneksi permanen yang tepat untuk transfer data yang rutin dan konsisten namun tidak perlukan sebuah sesi khusus pada jaringannya. Pada X.25 terdapat beberapa kelebihan, yaitu : • Kecepatan yang tinggi (64 kbps). • Terdapat chanel logika untuk aplikasi yang dapat mendukung SVC dan PVC. Pada X.25 juga terdapat beberapa kekurangan, yaitu : • Tidak semua perangkat memiliki antarmuka X.25, sehingga perlu penambahan modul yang mendukung X.25. • Membutuhkan biaya lebih. • Membutuhkan protokol prioritas vendor apabila berkomunikasi dengan perangkat OMT.

24 • Frame Relay Frame Relay ialah protokol yang berguna sebagai packet switching untuk dipakai sebuah organisasi yang membutuhkan kecepan tinggi dan harga yang murah. Pada umumnya ini adalah perangkat lunak yang disediakan sebagai jaringan digital yang mudah. Frame relay memiliki kriteria transfer data yang cepat dan murah yang dapat digunakan pada jaringan komputer. Dengan penggunaan teknologi packet switching dapat digunakan untuk mengatur jalur transmisi pada waktu yang bersamaan, secara teori lebih baik daripada leased line. Pada dunia telekomunikasi, packet switching dikembangkan sebagai pengatur alur komunikasi data yang bersifat akurat dan cepat. Sebuah paket diasumsikan seperti barang yang dibungkus dengan alamat yang rinci namun apabila tidak sampai ke tujuan maka paketnya merupakan hal yang pokok. Pada frame relay ada hal yang perlu diperhatikan yaitu CIR (Committed Information Rate) dan CBD (Committed Burst Size). CIR bertugas untuk menjamin rata-rata data pada layanan tertentu, sedangkan CBS mengatur jumlah bit yang dikirim pada waktu tertentu. Maka dapat artikan bahwa T(waktu)=CBS/CIR. Frame relay dapat memungkinkan pengguna menggunakan satu jalur pada waktu yang bersamaan walaupun kondisi jalur tersebut sedang dapat karena pada protokol ini hanya menggunakan 1020% dari total bandwidth. Ada beberapa proses yang digunakan oleh frame relay untuk mengirimkan data ke tujuan melalui suatu

25 jaringan komputer, yaitu : • Pengecekan yang terintegritas dengan FCS (Frame Check Sequence), pada proses ini dilakukan pengecekan apakah terdapat error atau tidak. Apabila terdapat error maka frame tersebut akan ditolak. • Menggunakan DLCI (Data Link Connection Identifier), jika DLCI tidak terbaca untuk data link maka frame tersebut akan ditolak. • Pengulangan transit frame yang berguna untuk menuju ke tujuan pengirim, ke port, dan data lainnya yang telah terdefinisikan pada daftar tabel frame. Pada frame relay terdapat beberapa kelebihan, yaitu : • Dapat dihandalkan dengan dukungan transmisi dari fiber optic dan jaringan handal lainnya. • Murah, karena menggunakan satu jalur untuk melakukan transmisi secara bersamaan sampai ke tujuan. • Aman, karena mempunyai keamanan yang baik (jaringan pribadi) • Mempunyai banyak koneksi jaringan dari satu port ke tujuan yang berbeda sehingga dapat digunakan dengan satu port, hal tersebut bertujuan untuk kompleksitas.

26 • Dapat digunakan sebagai jenis aplikasi dan protokol komunikasi. Pada frame relay juga terdapat beberapa kekurangan, yaitu : • Terjadi kongensi (kepadatan lalu lintas data) yang menyebabkan koneksi menjadi lambat. • Delay yang tinggi. • Tidak ada error control dan flow control. • Apabila menggunakan QoS maka akan rumit karena frame relay menggunakan variable length packets. • ISDN ISDN (Integrated Services Digital Network) yang berawal dari revolusi jaringan telepon yang berfungsi memfasilitasi koneksi digital dari pengirim dan penerima secara digital dalam bentuk suara maupun gambar dan data (Bocker 1988). Ada beberapa konsep yang digunakan pada ISDN, yaitu : • Mendukugn aplikasi switched dan nonswitched. • Tergantung pada koneksi 64 kbps. • Protokol berlapis. • Banyak konfigurasi.

27 • Dapat menjalankan aplikasi suara ataupun tidak dengan spesifikasi yang standar digunakan. Gambar 1.8 ISDN Pada ISDN terdapat dua jenis, yaitu : • BRA (Basic Rate Access), yaitu dengan menggunakan akses skala kecil seperti BRI (Basic Rate Interface). • PRA (Primary Rate Access), yaitu dengan menggunakan akses skala besar seperti PRI (Primary Rate Interface). Pada ISDN bekerja pada standar OSI layer, yaitu : • Physical layer¸ pada layer pertama menjelaskan akan terjadi koneksi fisik antara terminal equipment dan network termination. • Data link layer, pada layer kedua menjelaskan bahwa adanya prosedur yang mengkoreksi apabila terjadi sebuah kesalahan agar komunikasi tersebut bebas dari error. ISDN PSTN X.25 BRA PRA

28 • Network layer, pada layer ketiga menjelaskan adanya interface antara pengguna dan pengiriman sinyal yang berisi pesan. Pada ISDN terdapat beberapa kelebihan, yaitu : • Kecepatan yang tinggi hingga 9,6 kbps • Kualitas bagus.. • Efisiensi saluran untuk berbagai macam jenis layanan (suara, data, gambar, dan video). • Fleksibilitas tinggi karena satu interface untuk semua terminal. • Murah karena dengan satu terminal dapat digunakan untuk berbagai macam jenis layanan (suara, data, gambar, dan video). Pada ISDN juga terdapat beberapa kekurangan, yaitu : • ISDN merupakan layanan tidak dapat digunakan pada sembarang wilayah • ISDN bersifat berkelanjutan maka bianya akan lebih mahal dibandingkan dengan leased line,

29 • ATM (Asynchronous Transfer Mode) ATM ialah protokol yang mempunyai standar internasional untuk jaringan relay cell dengan berbagai macam konten seperti suara, gambar, data, dan video yang secara bersamaan menggunakan cell-cell yang memiliki ukuran tetap pada jaringan WAN, walaupun digunakan secara bersamaan tetap memiliki kecepatan yang tinggi. Sebelum dilakukan pengiriman ke terminal jaringan harus dibuatkan sebuah koneksi virtual untuk menyediakan sumber yang diperlukan. Jika sumber tidak mencukupi maka koneksi dari terminal harus dibatalkan. Jika fase transfer sudah berakhir maka sumber bebas digunakan kembali. Dengan hal tersebut akan memastikan bahwa paket yang hilang tidaklah terlalu banyak. Untuk memastikan proses dapat berjalan makismal, header ATM memiliki fungsi sebagai identifikasi koneksi virtual yang dipilih saat melakukan pemanggilan pembangunan jaringan dan manajemen perutean yang tepat untuk paket pada jaringan. Proses header minim dari delay karena memiliki kecepatan yang tinggi mulai dari 150 Mbps – 2.5 Gbps. Pada ATM juga terdapat layanan AAL (ATM Adapter Layer) yang berguna untuk membuat laporan pencocokan untuk mendukung protokol perindahan data yang tidak didasarkan oleh ATM. Contohnya pada komunikasi digital seperti PCM (Pulse Code

30 Modulation) yang menghasilkan satuan aliran bit dari suatu isyarat suara. Untuk menjalankan hal tersebut dibutuhkan bit PCM sebagai sel transmisi yang menghasilkan arus bit yang bagus dan tetap. AAL terbagi menjadi dua layer, yaitu : • CS (Convergence Sublayer), yaitu menyediakan dan mendukung aplikasi yang spesifik untuk AAL pada suatu layanan seperti SAP (Service Access Point). • SAR (Segmentation Reassembly Sublayer), yaitu berkontribusi sebagai pembungkusan yang diterima CS untuk ditransmisikan dan dibongkar informasinya. SAR harus melakukan pembungkusan header SAR dan informasi CS. Pada ATM terdapat beberapa kelebihan, yaitu : • Label switching yang memiliki arti pengecekan lebih rinci karena mencakup 3 laporan header jika paket diterima oleh router dan menyampaikan paket tersebut ke node yang seterusnya. Yang berguna untuk mengurangi jumlah router yang diperlukan dalam berkomunikasi pada suatu jaringan komputer. Penggunaan label switching berguna agar pemprosesan lebih cepat dan harga yang lebih murah • Latensi rendah yang disebabkan karena paket yang ada pada laporan ATM mempunyai panjang yang konstan walaupun

31 paket tersebut dikirim secara acak. • Bandwitdh yang tinggi • Dapat berkombinasi dengan protokol yang ada Namun pada ATM juga terdapat beberapa kekurangan, yaitu : • Sangat berpengaruh terhadap perubahan suhu yang dapat menyebabkan kesalahan transfer paket atau gangguan. • Butuh metode penanganan bit yang modis karena pada ATM melibatkan bit-bit yang banyak. • Apabila terjadi overflow maka pengiriman sel akan tertunda. F. Komunikasi WAN Komunikasi jaringan WAN sangat tergantung kepada penyedia layanan telekomunikasi sebagai penghubung jarak jauh (Khan 2010). Berbeda pada komunikasi LAN yang dimana koneksi antara perangkat komputer dapat ditransmisikan secara langsung melalui koneksi fisik. Teknologi WAN pada umumnya menggunakan sinyal analog dan digital untuk transmisi datanya.

32 Gambar 1.9 Komunikasi WAN DTE merupakan perangkat jaringan WAN yang ada dipelanggan, mempunyai tugas untuk mengirim dan menerima data. DTE biasanya adalah router atau komputer yang berguna untuk berkomunikasi dengan perangkat DCE lainnya. DCE merupakan perangkat router dari ISP yang bertanggung jawab untuk melakukan komunikasi dengan DTE dan Cloud WAN. Perangkat DCE melakukan sinkronisasi sinyal dengan perangkat DTE. Cloud WAN berupa perangkat yang digunakan untuk trunk, sentral, dan switches yang membentuk jaringan telepon, tujuan digunakannya Cloud WAN untuk mengatasi komunikasi yang overlap karena pada umunya jaringan telepon akan mencari jalan sepanjang jaringan telepon sampai menuju ke tujuannya. Pada dasarnya komunikasi WAN memiliki standar untuk komunikasinya, yaitu : • Komunikasi layanan WAN menggunakan koneksi serial. DTE DTE DCE DCE Sentral Sentral Cloud WAN

33 • Komunikasi layanan WAN memiliki bandwidth sampai 64 Kbps. • Komunikasi ISDN WAN tidak boleh menggunakan adapter terminal dan disarankan menggunakan router khusus ISDN yang bersifat native. • Komunikasi ISDN menggunakan kabel UTP jenis Cat5 dengan warna kabel yang berbeda dan menggunakan label yang berarti menunjukkan ini adalah komunikasi ISDN WAN. • Apabila perangkat ISDN dihubungkan dengan perangkat selain ISDN maka dapat mengalami kerusakan. Pada komunikasi jaringan WAN memiliki keunikan, yaitu : • Jaringan komunikasi WAN yang luas namun membutuhkan biaya yang lebih. • Jaringan komunikasi WAN memiliki karakteristik geografis. • Memiliki bandwidth yang tetap walaupun cakupannya luas. • Komunikasi WAN bekerja pada physical dan data link yang merupakan standar pada OSI layer. • Jaringan komunikasi WAN dapat mengatasi komunikasi jaringan yang ada pada LAN dan MAN, bahkan dapat

34 mengintegrasikannya. LATIHAN 1. Apa saja yang diperlukan untuk membangun sebuah jaringan berbasis WAN? 2. Protokol manakah yang mempunyai peran paling penting? Berikan penjelasan! 3. Gambarkan topologi WAN untuk perusahaan yang memiliki cabang hingga luar negeri!

35 BAB 2 JARINGAN SWITCHING Jaringan switching digunakan untuk transmisi dengan kriteria jarak yang jauh, antara node tidak ada hubungannya denga nisi data namun hanya berguna untuk menghubungan node satu dengan node lainnya yang disebut dengan multiplexed. Untuk jaringan dengan cakupan yang luas dihubungkan secara sebagian dengan sifat redudansi agar dapat dihandalkan. Gambar 2.1 Jaringan Switching Pembagian secara sebagian berguna agar data dapat dipetakan oleh perangkat dari node ke node lainnya. Pada teknologi PC PC PC Mainframe Node switching

36 switching terdapat dua jenis perbedaan, yaitu : A. Packet Switching Packet switching adalah sebuah cara untuk melakukan pengiriman data dengan cara membagi data menjadi beberapa paket kecil sebelum dilakukan pengiriman. Data dibagi menjadi paket kecil bertujuan untuk fleksibilitas ketika proses pengiriman data (Elhanany 2007), berarti data tidak akan dikirim menggunakan satu jalur yang khusus namun dikirim dengan koleteraluntuk memanfaatkan jalur koneksi lainnya yang tidak sibuk. Dalam packet switching terdapat dua cara untuk pengiriman data, yaitu : • Datagram, cara ini melakukan pengiriman paket data dengan mandiri tanpa adanya ketergantungan dengan paket data lainnya. Setiap paket berisi alamat tujuan yang kemudian dikirimkan melalui jalur yang berbeda. Cara ini berguna untuk fleksibilitas pengiriman data walaupun paket data yang diterima tidak urut, namun hal ini penerima dapat mengurutkan kembali pesannya. Apabila paket data hilang maka tidak dapat dilakukan pengiriman ulang. Daigram atau datagram tidak perlu melakukan setup connection sebelum melakukan komunikasi karena node akan mencarikan jalur lainnya untuk paket yang lain apabila jalur utama sedang sibuk.

37 Pada intinya setiap paket dikirimkan dengan cara khusus yaitu diberikan label yang berisi alamat tujuan. Pada datagram paket akan dikirim melalui sesuai alamat tujuan, namun paket yang dikirim tidak dilakukan pengurutan. A B C Jaringan Paket Switchied B.1 B.2 C.2 C.1 B.2 B.1 C.2 C.1 Gambar 2.2 Datagram Kondisi gambar di atas, stasiun A memiliki dan mengirim 4 paket ke jalur B dan C. Secara logic stasiun A ke B jalur pertama dan A ke C jalur kedua. Paket pertama akan dikirimkan melalui jalur pertama dengan label node B.2, paket kedua akan dikirimkan melalui jalur pertama dengan label node B.1. Selanjutnya paket ketiga dikirim melalui jalur kedua dengan label node C.2, paket keempat dikirim melalui jalur kedua dengan label node C.1. Dapat disimpulkan bahwa jaringan packet switched dengan datagram dapat mengirimkan paket sesuai dengan jalur namun tidak melakukan urutan pengiriman.

38 • Sirkuit virtual, menggunakan jalan khusus antara stasiun lainnya untuk proses pengiriman paket data. Jalur khusus dibangun untuk mengirimkan permintaan ke stasiun tujuan yang berguna agar koneksinya dapat aktif. Setiap paket data yang melewati jalur khusus harus diberikan penamaan label secara virtual. Jalur yang sudah dibentuk akan dikirimkan informasi yang berisi pengaturan paket yang nantinya akan menjalin koneksi logik antara stasiun pengirim dan penerima. Jika melalui node maka node akan dibentuk secara logika. Apabila stasiun penerima sudah siap maka paket akan dikirim melalui nodenode yang sudah dibentuk dan transfer data akan berlangsung. Apabila ada stasiun yang mengakhiri koneksi maka dapat menggunakan packet clear request yang berarti setiap stasiun mempunyai lebih dari satu sirkuir virtual dengan stasiun lainnya. Paket yang diterima berdasarkan urutan yang dilakukan oleh pengirim seperi pada gambar berikut.

39 Gambar 2.3 Sirkuit Virtual Kondisi gambar di atas, stasiun A memiliki dan mengirim 4 paket ke jalur B dan C. Secara logic stasiun A ke B jalur pertama dan A ke C jalur kedua. Paket pertama akan dikirimkan melalui jalur pertama dengan label node B.1, paket kedua akan dikirimkan melalui jalur pertama dengan label node B.2. Selanjutnya paket ketiga dikirim melalui jalur kedua dengan label node C.1, paket keempat dikirim melalui jalur kedua dengan label node C.2. Dapat disimpulkan bahwa jaringan packet switched dengan sirkuit virtual dapat mengirimkan paket sesuai dengan jalur serta melakukan urutan pengiriman. Packet switching miliki beberapa cara kerja yang digunakan, yaitu: • Data yang akan dikirim harus disertai oleh pengaturan informasi berupa header. • Apabila ukuran data melewati batasan maka akan dipecah A B C Jaringan Paket Switchied B.1 B.2 C.2 C.1 B.1 B.2 C.1 C.2

40 menjadi bagian kecil namun setiap bagian tersebut dilengkapi dengan header yang sama. • Header berguna sebagai data yang berisi alamat tujuan dan fungsi pengaturan lainnya. • Paket akan dilempat ke node terdekat lalu diantrikan ke jalur yang masih kosong. • Setiap paket bisa menggunakan jalur yang sama dan berbeda. • Setiap node yang dilewati harus dilakukan pemeriksaan agar dapat sampai ke node selanjutnya. • Jika paket sudah sampai ke tujuan, paket tersebut akan diurutkan seperti semula. Pada jaringan packet switching terdapat beberapa kelebihan, yaitu : • Efisien karena penghubung antara node mendukung multipacket. • Integritas karena paket akan selalu diterima walaupun jaringan sedang sibuk, dampaknya adalah kemungkinan ratarata kecepatan mengirim akan menurun. • Konversi rata-rata data setiap stasiun terhubung masingmasing sehingga kecepatannya juga masing-masing, namun untuk buffer data kadang diperlukan untuk menyetarakan ratarata data. • Prioritas paket dapat diatur oleh administrator.

41 Pada jaringan packet switching juga terdapat kekurangan yaitu tidak menjamin QoS seperti delay, jitter, dan packet loss. B. Circuit Switching Circuit switching hanya dapat dibangun secara fisik yang berkarakter PTP (Point to Point), karena PTP membutuhkan jalur yang banyak apabila koneksi bertambah yang berakibat kepada meningkatnya harga untuk melakukan control switching. Karakter PTP membuat circuit switching mempunyai kecepatan yang tetap sehingga dapat menyatukan satu jaringan dengan jaringan lainnya namun dari sisi kecepatan tidak memungkinkan. Untuk mengatasi hal tersebut circuit switching dapat dikombinasikan dengan metode data switching, metode ini akan memecah pesan-pesan menjadi bagian yang besar dan setiap pecahan tersebut ditambahkan informarsi agar dapat dikendalikan.Fungsi metode tersebut untuk membantu mengirim pesan agar bisa sampai ke tujuan. Berikut contoh data switching. Gambar 2.4 Pecahan Data Banyak manfaat yang didapat apabila menggunakan data switching, yaitu: • Efisien karena koneksi dengan node lainnya menggunakan Data Utama Pecahan Data Pecahan Data Pecahan Data

42 jalur yang sama, paket yang dikirim bersifat dinamis. • Pengiriman paket dapat dilakukan dengan skema prioritas data, apabila terdapat data yang memiliki prioritas tinggi dalam antrian maka data tersebut yang akan dikirim terlebih dahulu. Hal ini dapat menyebabkan delivery delay yang kecil. • Pada umumnya circuit switching akan mengalami pemberhentian pengirim paket ketika terjadi kongensi jaringan, namun apabila menggunakan metode data switching paket tetap dapat dikirim namun terjadi delay. • Dapat mengatasi data rate antara jenis jaringan yang berbeda. Konsep circuit switching yaitu menyediakan jalur sinyal anatara perangkat dengan cara transparan. Ada beberapa pengaturan unit yang dapat dilakukan yaitu untuk membangun koneksi, memelihara koneksi, dan memutuskan koneksi. Pada circuit switching dilakukan penolakan paket ke tujuan biasanya disebabkan oleh jaringan yang tidak terkoneksi dan jaringan ter blocking. Ada juga paket yang langsung diteruskan ke penerima karena semua stasiun saling terhubung dengan menggunakan koneksi data, jadi paket yang dikirim dapat langsung diterima oleh penerima. Di dalam teknologi space division switching menerapkan corssbar switch yang berarti switch silang yang memisahkan jalur fisik, pengurangan jalur crosspoint sesuai dengan jumlah stasiun dapat mencengah terjadinya kongesti dan membuat jaringan lebih efisien. Time Division Switching yaitu pembagian aliran bit dengan

43 kecepatan rata-rata yang rendah lalu membagi bagian yang lebih kecil dalam aliran bitnya, TDM bekerja didasarkan pada sinkronus TDM jadi setiap stasiun dapat digabungkan melalui kontrol terpusat dengan kecepatan yang lebih tinggi. Teknik ini memanfaatkan teknik digital time division untuk melakukan konfigurasi dan perbaikan pada sirkuit virtual. Di dalam teknologi multistage switch berguna untuk mengurangi crosspoint dengan cara blocking. Ada banyak jalur yang melintas melalu jaringan sehingga sulit untuk dilakukan pengaturan. Pada circuit switching terdapat beberapa kelebihan, yaitu: • QoS terjamin sehingga tepat untuk komunikasi bersifat real time. • Kecil kemungkinan terjadi error karena menggunakan jalur yang tetap sampai ke alamat tujuan. • Tepat untuk layanan suara karena terdapat QoS yang bisa menjamin waktu dan jitter. Pada circuit switching juga terdapat beberapa kekurangan, yaitu : • Dapat mengurangi efisien karena hanya dapat digunakan oleh user tertentu. • Selama koneksi berlangsung, terminal komputer akan tidak aktif. LATIHAN 1. Jelaskan cara kerja packet switching dan circuit switching! 2. Apakah perbedaan utama kerja packet switching dan circuit switching!

RkJQdWJsaXNoZXIy MTM3NDc5MQ==