57 dengan ion berenergi affinitas yang besar (golongan halogen). Pada saat kedua muatan ion ini pada golongan alkali dengan golongan halogen bertemu, maka akan terjadi penyerahan electron oleh alkali kepada halogen. Atom yang menerima elektron menjadi bermuatan negatif dan dinamakan anion. Sedangkan atom yang memberikan electron akan bermuatan positif disebut dengan kation. Selanjutnya kedua atom tarik-menarik dengan gaya elektrostatik yang kuat karena ada beda muatan, gaya Tarik menarik inilah yang menyebabkan kedua unsur saling berikatan. Ikatan ion umumnya terjadi antara unsur logam (yang akan berubah menjadi ion positif) dengan unsur nonlogam (yang akan berubah menjadi ion negatif). (Elida 1996) III.II.2 SIFAT KONDUKTIFITAS, KEKERASAN DAN TITIK LELEH IKATAN ION: Ikatan ion bersifat rapuh. Sifat rapuh dari senyawa ion berasal dari stuktur kristalnya, dikarenakan struktur dari kristalnya, ion-ion positif dan negatif terkait kuat ke segala arah oleh gaya elektrostatik. Bersifat rapuh dikarenakan lapisan-lapisan dapat bergeser jika dikenakan gaya luar. Ion sejenis dapat berada satu di atas yang lainnya, sehingga timbul tolak-menolak yang sangat kuat yang menyebabkan terjadinya pemisahan. Ikatan ion pada kondisi padat tidak dapat menghantarkan listrik karena tidak ada electron bebas yang dapat digunakan untuk menghantarkan listrik, beda halnya pada saat ikatan ion larut dalam
RkJQdWJsaXNoZXIy MTM3NDc5MQ==