Noor Hidayati - Kimia Terapan (Edisi Revisi)

66 keelektronegatifam anatar kedua atom yang berikatan, maka akan semakin nonpolar ikatannya. III.III.2 SIFAT KONDUKTIFITAS, KEKERASAN DAN TITIK LELEH IKATAN KOVALENT: Pada ikatan kovalent dengan jenis yang beragam (kovalent rangkap, kovalent tunggal, kovalent polar, maupun kovalent non polar) menyebabkan sifat pada senyawa kovalentpun beragam. Sebagai contoh, air (H2O) sebagai senyawa berikatan kovalent polar dengan ikatan tunggall dapat menghantarkan listrik melalui perbedaan momen dipol yang dimilikinya, berbeda dengan O2 sebagai ikatan kovalent non polar rangkap 2 tidak dapat menghantarkan listrik karena tidak memiliki momen dipol yang berbeda. Pada sifat kekerasan, jenis senyawa dengan ikatan kovalent sangatlah beragam. Apabila suatu material memiliki struktur atom layer (2D) yang hanya tersusun dari ikatan kovalent tanpa adanya ikatan skunder (ikatan hidrogenm atau ikatan van der waals) maka sifat material tersebut cenderung rapuh dan mudah patah seperti pada carbon di ujung pensil, beda halnya dengan ikatan kovalent yang memiliki struktur 3D dengan tambahan ikatan skunder didalamnya maka material dengan sifat tersebut akan cenderung keras dan memiliki titik leleh yang tinggi. Contohnya ada pada berlian alam.

RkJQdWJsaXNoZXIy MTM3NDc5MQ==