Imam Hariadi Sasongko - Mekanika Tanah 1

73 4.3. Uji Pemadatan Tanah di Laboratorium Uji pemadatan Proctor dan Modified AASHTO adalah metode laboratorium untuk menentukan kadar air optimal tanah secara eksperimental agar suatu jenis tanah tertentu akan menjadi paling padat dan mencapai kepadatan kering maksimum. Istilah Proctor (untuk menghormati RR Proctor), menunjukkan bahwa kepadatan kering tanah untuk usaha pemadatan yang diberikan tergantung pada jumlah air tanah tersebut. Pada awalnya, uji pemadatan ini hanya dilakukan sebagai uji pemadatan Standar Proctor. Kemudian uji tersebut diperbaiki sehingga menghasilkan uji pemadatan Proctor yang dimodifikasi. Uji laboratorium pada umumnya terdiri dari pemadatan tanah pada kadar air yang diketahui ke dalam cetakan silinder berukuran standar menggunakan usaha pemadatan yang besarnya dikendalikan. Tanah biasanya dipadatkan ke dalam cetakan dengan jumlah lapisan tertentu, kemudian masing-masing lapisan diberi sejumlah pukulan dari palu dengan berat standar pada tinggi jatuh tertentu. Proses ini kemudian diulang untuk berbagai kadar air dan kepadatan kering untuk masing-masing kadar air tersebut kemudian dihitung. Hubungan grafis dari kepadatan kering (y) dan kadar air (x) kemudian diplot untuk membentuk kurva pemadatan. Kepadatan kering maksimum (γdmax.) diperoleh pada titik puncak kurva pemadatan dan kadar air yang sesuai, juga dikenal sebagai kadar air optimum (OMC). Pengujian umumnya dilakukan sesuai dengan American Society for Testing dan Material (ASTM) standar, atau American

RkJQdWJsaXNoZXIy MTM3NDc5MQ==