ERGONOMI DESAIN

ERGONOMI DESAIN

Penulis: Etwin Fibrianie, Dwi Cahyadi
Editor: Nunung Martina, Mohammad Fauzy
Desain Sampul: Arwiyandilla Gesja Supriyan
Tata Letak: Dimas Surya Perdana
PNJ Press, 2018
ISBN: 978-602-5923-46-3
Format: Cetak (POD) 90 Halaman

Secara etimologi, Ergonomi berasal dari bahasa Yunani yaitu ergon yang berarti kerja dan nomo yang berarti peraturan atau hukum. Secara terminologi, pengertian ergonomi adalah peraturan tentang bagaimana melakukan kerja, termasuk sikap kerja. Sedangkan, pengertian ergonomi secara umum yaitu ilmu yang mempelajari sifat, kemampuan dan keterbatasan manusia untuk merancang suatu sistem kerja sehingga orang bisa hidup dan bekerja pada suatu sistem dengan baik dan mencapai tujuan yang diinginkan secara efektif, aman dan nyaman.

Secara umum, prinsip ergonomi terbagi menjadi 5 yaitu : (1) Kegunaan (Utility), Prinsip ini berarti setiap produk yang dihasilkan bermanfaat bagi seseorang dalam mendukung aktivitas atau kebutuhan secara maksimal tanpa mengalami kesulitan atau masalah dalam kegunaannya. (2) Keamanan (safety), Prinsip ini berarti setiap produk yang dihasilkan memiliki fungsi yang bermanfaat tanpa risiko membahayakan keselamatan maupun merugikan pemakainya. (3) Kenyamanan (comfortability), Prinsip ini berarti produk yang dihasilkan mempuntau tujuan yang sesuai atau tidak menggangu aktivitas serta upayakan mendukung aktivitas seseorang. (4) Keluwesan (Flexibility), Prinsip ini artinya ergonomi dapat digunakan untuk kebutuhan dala m kondisi maupun fungsi ganda. (5)Kekuatan (durability), Ini artinya harus awet dan tahan lama serta tidak mudah rusak jika digunakan.

Pengkajian dalam perancangan sistem kerja dengan melibatkan tugas-tugas kognitif dalam pemecahan masalah, beban fisik (faal kerja) dalam pengendalian sistem kerja yang semakin kompleks, serta interaksi antara manusia dengan sistem kerja maupun lingkungannya memerlukan sebuah pendekatan yang komprehensif dan integral. Ergonomi sebagai sebuah disiplin keilmuan yang mencoba mempelajari interaksi manusia (dari aspek beban fisik dan mental) dalam sistem kerjanya secara komprehensif-integral mengklasifikasikannya sebagai studi ergonomi kognitif (Sage, 1992).

Ergonomi kognitif adalah cabang ergonomi yang berkaitan dengan proses mental manusia, termasuk di dalamnya; persepsi, ingatan, dan reaksi, sebagai akibat dari interaksi manusia terhadap pemakaian elemen sistem. Topik-topik yang relevan dalam ergonomi kognitif antara lain; beban kerja, pengambilan keputusan, performa, interaksi manusia-komputer, kehandalan manusia, stres kerja dan training karena hal-hal tersebut berkaitan dengan perancangan manusia-sistem. Ergonomi kognitif mempelajari kognisi dalam sistem kerja terutama yang berkaitan dengan setelan operasi, dalam rangka mengoptimalkan kesejahteraan manusia dan performa sistem. Ergonomi kognitif berusaha menyelidiki proses-proses mental di dalam diri manusia dengan cara objektif dan ilmiah (http://ergonomi-fit.blogspot.com)

Buku ini dibuat sebagai pelengkap mata kuliah ergonomic 2 yang merupakan Kelanjutan dari Ergonomi 1. Di dalam buku ni di kupas mengenai keterkaitan ergonomic dengan estetika, apa dan bagaimana kognisi mempengaruhi dalam perancangan desain ergonomis. Di sajikan lengkap dengan studi kasus yang aplikatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.